Grid

GRID_STYLE

Breaking News

latest

Tradisi Menyentuh: Warga Desa Sawanakar Pasang Obor di Makam Jelang Ramadhan

KoraMalut.Co.Id  - Menjelang bulan suci Ramadhan, Desa Sawanakar di Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, Halsel,  menunjukkan tradisi unik dan...


KoraMalut.Co.Id 
- Menjelang bulan suci Ramadhan, Desa Sawanakar di Kecamatan Kepulauan Botang Lomang, Halsel,  menunjukkan tradisi unik dan mengharukan. Warga desa secara serentak memasang obor di sekitar makam leluhur dan kerabat mereka pada tanggal 26 hari Rabu malam. Tradisi ini bukan sekadar ritual,  melainkan ungkap penghormatan, doa, dan permohonan restu menjelang bulan penuh berkah.

Tradisi unik ini telah berlangsung turun-temurun di Desa Sawanakar.  warga desa, baik tua maupun muda, berkumpul di pemakaman umum desa. Mereka membawa obor-obor sederhana, terbuat dari  bambu, yang telah diberi sumbu dan minyak tanah.  Suasana hening dan khidmat menyelimuti pemakaman, diiringi lantunan doa-doa dan shalawat yang dibaca bersama.27/03

Setiap keluarga secara bergantian memasang obor di sekitar makam anggota keluarga mereka yang telah meninggal dunia.  Obor-obor tersebut disusun dengan rapi di sekitar nisan, menciptakan pemandangan yang sangat menyentuh.  Cahaya obor yang berkelap-kelip di tengah kegelapan malam memberikan suasana yang sakral dan penuh makna.  Tradisi ini bukan hanya sekadar menerangi makam, tetapi juga menyimbolkan penerangan jalan menuju surga bagi para leluhur.

Selain memasang obor, warga juga membersihkan area makam, menata bunga dan menaburkan bunga di atas makam.  Tindakan ini menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang yang mendalam kepada para leluhur.  Suasana kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa di tengah kesunyian malam.  Warga saling membantu dan bertukar cerita, mempererat tali silaturahmi.

seorang sesepuh desa, menjelaskan bahwa tradisi memasang obor di makam ini merupakan wujud penghormatan dan doa kepada para leluhur.  "Kami percaya bahwa dengan memasang obor,  kita seolah-olah menerangi jalan mereka menuju surga," ujarnya.  Beliau juga menambahkan bahwa tradisi ini mengajarkan pentingnya menghormati orang yang telah meninggal dan mengingat jasa-jasa mereka.

Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Desa Sawanakar tentang pentingnya nilai-nilai keagamaan dan penghormatan kepada orang tua dan leluhur.  Anak-anak ikut serta dalam kegiatan ini, belajar tentang arti penting  menghormati orang yang telah meninggal dan mempererat tali silaturahmi keluarga.

Cahaya obor yang menyala di sekitar makam menjadi simbol harapan dan doa agar para leluhur mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT.  Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan spiritual masyarakat Desa Sawanakar dalam menyambut bulan suci Ramadhan.  Semoga tradisi ini terus lestari dan menjadi warisan budaya yang bernilai bagi generasi mendatang.  Semoga bulan Ramadhan tahun ini membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Desa Sawanakar.**(red).

Tidak ada komentar